Main Article Content

Abstract

Nyeri sendi adalah suatu peradangan sendi yang ditandai dengan pembengkakan sendi, warna kemerahan, panas, nyeri terjadinya gangguan gerak. Prevalensi penyakit sendi  berdasarkan  usia terjadi peningkatan pada lansia usia  55-65  tahun  15,5%,  65-74  tahun  18,6%,  dan  75 tahun  keatas  18,9%. Pengobatan nyeri sendi bisa diatasi dengan dua cara yaitu dengan pengobatan farmakologi dan non farmakologi. Pengobatan farmakologi dengan  pemberian  analgesik,  yaitu  untuk  mengurangi  atau  menghilangkan  rasa  nyeri dengan obat-obatan opiod dan non opioid. Pengobatan non farmakologi yaitu penggabungan antara 2 terapi yaitu terapi relaksasi genggam jari dan tarik nafas dalam yang dilakukan secara bersamaan, guna lebih efektif cepat menurunkan nyeri sendi pada lansia.Saat menggenggam jari sambil tarik nafas dalam dapat menghantarkan impuls-impuls positif dengan menghasilkan hormon endorfin yang secara ilmiah didalam tubuh merupakan analgesik alami yang dihasilkan oleh genggaman jari dan tarik nafas dalam tersebut. Tujuan review artikel ini adalah untuk meriview kembali artikel-artikel yang berhubungan pengaruh terapi relaksasi genggam jari dan tarik nafas dalam terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah meriview artikel atau menganalisis artikel. Hasil penelitian ini didapatkan artikel yang mengatakan bahwa genggam jari dan tarik nafas dalam berpengaruh terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia

Article Details

How to Cite
Ramadini, I., & Fadhilla, D. T. (2021). Systematic Review : Pengaruh Terapi Relaksasi Genggam Jari dan Tarik Nafas Dalam Terhadap Penurunan Nyeri Sendi Pada Lansia. Jurnal Amanah Kesehatan, 2(2), 109-121. https://doi.org/10.55866/jak.v2i2.86